12 September 2010
Malam Kedua Lebaran
Venus di langit barat daya
sejengkal di atas bulan sabit
seperti buah ceri
dijatuhkan ke mangkuk puding
Gelap di sekelilingnya
dan perasaan dingin orang yang memandang
membuat suasana Isya
mendadak tengah malam
Aku melintas lewat
di dekat maqbarah leluhur Sumber Anyar
merasakan geletar aneh di dalam tanya:
suatu saat, aku akan dimakamkan seperti mereka
besok atau kelak,
adakah orang yang akan mengirimku doa
seperti langit mengirim bintang dan bulan
di malam kedua lebaran?
11/09/2010
10 Agustus 2010
Ru'yatul Hilal
Hilal
mengapung di antara dua kutub berketegangan
lalu tenggelam
di dalam satu keraguan
Hilal,
bulan sabit mengiris langit
untuk membelah jadi dua
sekerat buat mata
sekerat lagi untuk angka
Ru’yatul hilal
mengapung lalu tenggelam
di dalam dua kubangan
angka dan pandangan
Fana, fana, fana
sebab yang baka
hanyalah untuk Yang Esa
28/09/2007
(posting ulang dari sini)
24 Juli 2010
Bintang-Bintang yang Gugup
dari serakan bintang dan nebula
lalu menyatukannya kembali dalam tangkup
dan mengucurkannya di wajahmu:
kerakal langit yang berbinar-binar
Setiap malam di alamanak puluhan
aku melihat ke atas,
menikmati langit tanpa teropong
di lingkup cahaya bulan keperakan
melihat bintang-bintang yang gugup
gugusan cahaya yang lebih kecil dari bola mata
meskipun ia lebih besar dari imajinasiku
juga pengetahuanku
Sinestesia,
demi sensasi aneh yang ingin kurasa
sesekali aku ingin mengajakmu
melihat bintang dan nebula
tidak melalui indra yang semestinya
11/03/2010
Langganan:
Postingan (Atom)
