06 Juni 2011
Hantu Digital
Malam singkat
sejak listrik mengaliri kabel
di atas plafon, di dalam tembok
di balik saklar
menyalakan lampu di mana-mana
Listrik mengaliri hidup, memberikan hidup
namun juga mematikan banyak nostalgia
Sejak semua sudut jadi terang
hantu pun jarang diceritakan
imajinasi tumpul
halusinasi dan teror justru muncul dari tombol,
saklar, dan benda-benda digital
10/01/2011
08 Januari 2011
Pleiades Menjengkal
Melihat langit
melalui sisa genangan air hujan sore hari
pleiades berbaris, berbanjar, di jumantara
menjengkal di separuh lengkungan
Jarak apakah yang kauukur, Pikiran?
aku mengamati cakrawala, mencari cahaya
terkepung di belantara malam
lalu tampak rimbun gugus bintang
sepertinya berjatuhan
serlah, terang, mengerdip, berbinar-binar
Di bawah kubah besar ini
aku mendanguk, menekur sendirian
gelap yang mengepung titik nadir
tak ada kekuasaan selain bertanya,
“hingga kapankah diriku bersama malam
hingga kelak para penggali kubur menidurkanku
dalam guguran tanah berkalang?”
Di malam musim tengkujuh
air di sela genting dan layas yang rapuh
di antara gelegar guntur tanpa ketukan
aku menyusun cerita
gugus bintang dalam puisi malam
untuk anak-anak yang lahir di pagi hari
dan mereka yang mati sebelum matahari tenggelam
7/1/2011
03 Oktober 2010
Hujan Buatan
Basah pikirku,
basah khayalku
kehujanan di dalam ruang amnesiamu
Gelegar guntur, salam pembuka langit murung
menuntun kelupaan pada cucian di jemuran
dua ember penuh popok
kain pel yang berhari-hari di halaman
Aku menghitung rintik hujan
lalu mengalikannya dengan degup jantung
Basah pikirku
basah khayalku
aku pun keluar kamar, berhujan-hujanan
memandikan tubuh dari masa lalu
dan pada hujan yang menggurat kemarau
di kening siang
lamat-lamat kudengar tangisan musim
untuk cuaca yang salah pada jadwal
Hujan buatan, Amnesia
memandikan pikiran dan khayalan
pada jadwal yang terpaut berbulan-bulan
9/4/2010
Langganan:
Postingan (Atom)
