10 Agustus 2010
Ru'yatul Hilal
Hilal
mengapung di antara dua kutub berketegangan
lalu tenggelam
di dalam satu keraguan
Hilal,
bulan sabit mengiris langit
untuk membelah jadi dua
sekerat buat mata
sekerat lagi untuk angka
Ru’yatul hilal
mengapung lalu tenggelam
di dalam dua kubangan
angka dan pandangan
Fana, fana, fana
sebab yang baka
hanyalah untuk Yang Esa
28/09/2007
(posting ulang dari sini)
24 Juli 2010
Bintang-Bintang yang Gugup
dari serakan bintang dan nebula
lalu menyatukannya kembali dalam tangkup
dan mengucurkannya di wajahmu:
kerakal langit yang berbinar-binar
Setiap malam di alamanak puluhan
aku melihat ke atas,
menikmati langit tanpa teropong
di lingkup cahaya bulan keperakan
melihat bintang-bintang yang gugup
gugusan cahaya yang lebih kecil dari bola mata
meskipun ia lebih besar dari imajinasiku
juga pengetahuanku
Sinestesia,
demi sensasi aneh yang ingin kurasa
sesekali aku ingin mengajakmu
melihat bintang dan nebula
tidak melalui indra yang semestinya
11/03/2010
25 April 2010
Nenek Moyang Ilmu Pengetahuan
Kilatan berkas cahaya di langit
melintas rendah sehabis Maghrib
“Seorang malim segera pergi…”
Itu bukan meteor, itu bukan benda langit
hanya cahaya yang melintas dekat
selepas ghurub
Lalu, ada kala seberkas cahaya
melintas tinggi di jumantara malam
membawa curiga dalam hati
“Itu cerawat yang dibawa setan
seseorang akan buncit perutnya
lalu meninggal dengan sengsara”
Itu juga bukan benda langit
sebab, ia tak jatuh melayang ke bumi
membuat kerusakan
Kami belajar pada alam
membaca tanda duaja dan perubahan
pada angin, pada cahaya dan gelap
pada nanar, pada mimpi dan kenyataan
Pengetahuan beranak-pinak
dari pengalaman dan khayalan
kami belajar melapangkan ruang penafsiran
belakangan, sarjana-sarjana setelah kami
mencari wahyu-wahyu ilmiah
di laboratorium dan perpustakaan
Pengalaman dan khayalan
puisi dan pepindannya
merupakan leluhur kami
nenek moyang ilmu pengetahuan
25/08/2009
Langganan:
Postingan (Atom)
