01 November 2009
BAGAIKAN SUPERNOVA
Membaringkan engkau
di balai-balai bambu depan rumah
di bawah rimbun pohon leci
sebatang kara
Lihatlah bulan menyerlah
sebelum tanggal 15 almanak kamariah
datang membelah
aku mengintip bintang-bintang
berguguran seperti serpihan salju
merambah bumi Asia di garis khatulistiwa
seperti senyum makhluk bersayap
yang entah dengan tamsil apa akan kuungkap
Malam itu, saat engkau pergi
tak terlihat gugusan kabut, galaksi
yang biasanya menghablur dalam mata telanjang
di saat cerah pada mataku yang lamur
Dan, manakala jasadmu telah dipendam
diperam bersama wangi tanah berkalang
di saat ruh pergi ke atas atau ke entah
aku mendesah:
nyawa, semisteri antariksa-kah engkau?
Supernova, supernova!
aku memanggil, menggigil
karena itu yang sedikit kutahu
yang cemerlang jelang tiada
31/08/2009
25 Agustus 2009
Nubdzah min Qashidah al-Burdah
(1)
Adakah karena kaukenang seorang kawan di Dzi Salam
Lalu kaucampur darah dan air mata dalam tiap tetesan?
(2)
Atau, apakah karena tiup angin dari arah jalan nuju Mekah,
ataukah tersebab dari arah Idham-lah
kerjap kilat menyergap di malam gelap?
(3)
Jangan menangis!
Tetapi, mengapa engkau menangis justru pada saat mengatakannya
Oh, Hati. Tenanglah!
Tapi saat itu, justru hatimu dirundung gelisah
(6)
Mungkinkah engkau berpaling dari cinta
Yang telah disaksikan tangis dan sakit dukana?
(9)
Kumaafkan, kalau engkau mencaci
atas cinta udzri-ku yang tulus dan suci
Namun kalau saja engkau yang merasakannya
pastilah caci-cercamu akan terhenti
(10)
Kini, semua sudah kusampaikan dan rahasia tiada lagi
Namun, sungguh apa pun yang terjadi
Sakit cinta ini tak akan pernah kunjung terobati
(11)
Engkau telah menasehati, tapi aku seorang tuli
Karena orang yang sedang dilanda cinta
Tak dapat mendengar caci-maki pun cerca
(36)
Sang kekasih: dialah nabi tumpuan syafaat
Di tiap dera bencana kita limpung tersebat
(42)
Pesonanya tiada tepermana
Puncak ciptaan, tak termisal, pada manusia, tak terpemana
(45)
dan, keutamaan sang rasul tak ada batasnya
Yang mampu dilukis lewat ucap maupun kata-kata
Inna Allaha wa malaikatahu yushalluna ‘ala an-nabi
Ya ayyuhal ladzina amanu, shallu ‘alaihi wa sallimu taslima
Allahumma shalli wa sallim wa barik ‘alaih
Langganan:
Postingan (Atom)
