16 Agustus 2016

Riwayat Juang Kiai Abdullah Sajjad Senarai Kisah dalam 17 Ruba'iyat


Oleh M. Faizi

Lukisan Kiai Abdullah Sajjad oleh Kiai Khazin bin Ilyas (mengalami 'kerusakan ringan' karena
ditemukan dalam keadaan kotor di bilik pondok dan sempat diberi warna tambahan oleh orang yang tidak diketahui) 


Wahai pemirsa, mari berlarut di dalam khidmat
Menyimak kisah pejuang kita Kiai Sajjad
Ia pahlawan yang wafat oleh bedil penjajah
Tujuhbelas bait untaian dalam ruba’iyat

Abdullah Sajjad adalah kiai fenomenal
Ia pendidik, juga pejuang, serta pengarang
putra Kiai Syarqawi dari Nyai Mariyah 
layak ditiru tekadnya jadi suri teladan 

Beliau nyantri, belajar ngaji, pergi melanglang
Dari Guluk-Guluk mengelana ke Kademangan 
Mengaji pada Syaichona Khalil bin Abdul Lathif
Lantas dilanjut ke Tebuireng lalu Buduran

Daerah Latee adalah mula tempat berpindah 
Itulah tanda dimulainya awal berhijrah
Demikianlah pengembangan yang pertama kali 
Pemekaran pondok pun terjadi di Annuqayah

Kiai Sajjad adalah tokoh ulet dan tangguh
Giat mengajarkan kitab nyaris sehari penuh
Hanya rehat di awal malam dan akhirnya saja
Demi mulang Al Quran sehabis Maghrib dan Subuh

Sikap merakyat bermasyarakat adalah sifat
Kiai Abdul Basith putranya menutur singkat
Jikalau ada tetangga sakit kan disambangi
Bersama santri mendaras Burdah sebagai obat

Kiai Ilyas Syarqawi






















Jika Kiai Ilyas bertugas mulang di dalam
Kiai Sajjad atur siasat gerak di luar 
Bahkan akhirnya beliau jadi kepala desa
sebagai cara dakwah di jalur pemerintahan

Abdullah Sajjad kiai kita tegas wibawa
Membela paham dan keyakinan dengan digdaya
terhadap orang yang melecehkan tak akan gentar
silang pendapat, beradu dalil, dan wawansabda

Fushusul Hikam karya Muhyiddin Ibnu ‘Arabi 
Beliau baca, mempelajari, dan menanggapi
Itulah ciri alim ulama yang bijaksana
Tak antipati namun berhujjah aqli dan naqli

Bala tentara Belanda datang kembali lagi
Tahun 47, dua tahun pasca-Proklamasi
Kiai Ilyas menyerahkan Laskar Sabilillah 
Pada Kiai Abdullah Sajjad jadi pengganti

Dibantu oleh Kiai Khazin sang kemenakan
Kiai Sajjad mengatur taktik di medan perang
Namun karena laskar terdesak oleh Belanda
Santri terancam, akhirnya pondok pun dikosongkan

Kiai Khazin bin Ilyas 






















Kiai Ilyas ngungsi ke Berca di Guluk-Guluk
Kiai Sajjad bersembunyi di Desa Karduluk
Dengan pengikut dan para santri yang mengiringi
atur strategi tak kan menyerah mengaku takluk

Selama empat bulan beliau di pengungsian 
Tersiar kabar bahwa Lu’-Gulu’ sekarang aman
Kiai dengan semua pengikut pulang kembali
Namun ternyata, itu siasat, hanya tipuan

Pada seusai Maghrib yang kelam, langit kelabu
Datanglah tiba- tiba sembilan orang serdadu 
mereka sergap Kiai Sajjad selepas shalat
diangkut ke Lapangan Kemisan di malam itu

Di tempat itu, Kiai Sajjad dihukum mati
Peluru mental, namun kompeni menembak lagi 
Setelah wafat, jasadnya dilarikan ke Latee 
Penggotong bilang, darah kiai wangi kesturi


Kisah Kiai Abdullah Sajjad adalah tamsil
pejuang-pengarang kitab Mandzumatul Masa’il
sebuah kitab yang menguraikan cara bertauhid
perihal iman agar yang benar tak samar batil

Putra-cucunya kini meneruskan perjuangan
Mengajar santri pondok pesantren dan pendidikan
Semoga senantiasa mendapatkan anugerah
Menempuh jalan berjuang melawan kebodohan

Guluk-Guluk, dari Maghrib sampai Isya, 11 Agustus 2016

KETERANGAN: Disusun dan dibacakan oleh M. Faizi untuk pertama kali dalam rangka “Napak 
Tilas Sang Pahlawan Kiai Abdullah Sajjad” di Lapangan Kemisan, Guluk-Guluk, Malam Jumat, 11 
Agustus 2016. Acara ini diselenggarakan oleh badan otonom Nahdlatul Ulama Kecamatan Guluk-
Guluk.

8 komentar:

  1. Subhanallahhh...smoga penerus dan para santri selalu meneladani sifat beliau...termasuk para alumni smoga ttp khidmah..amien

    BalasHapus
  2. Bibarokatil fatihah.
    *sayang tidak bisa mengikuti acara Napak Tilas dimaksud karena ketinggalan kabar.

    BalasHapus
  3. Luar biasa, semoga generasi penerusnya senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan untuk meneruskan semangat juang di berbagai aspek kehidupannya

    BalasHapus
  4. @Muhammad Qudsi: acaranya memang agak tergesa-gesa, konon hanya persiapan seminggu. tahun depan Insya Allah ada lagi

    @Admin: terima kasih dan amin

    BalasHapus
  5. Kepada semua masyayikh annuqayah. Alfatihah.....

    BalasHapus

Terima Kasih Jika Anda Mau Berkomentar untuk Persahabatan...